Ulang Tahun Ke-61, Bill Gates Masih Terkaya Di Dunia

KOMPAS.com — Jumat (28/10/2016) kemarin di Indonesia, atau saat ini di Amerika Serikat, menandai hari ulang tahun ke-61 Bill Gates. Pada usia yang tak lagi muda, Bapak Microsoft ini belum juga terlengser dari predikat orang terkaya di dunia.

Gates mencatat kekayaan sebesar 81,9 miliar dollar AS atau setara Rp 1.157 triliun menurut majalah Forbes, sebagaimana dilaporkan Time dan dihimpun KompasTekno, Sabtu (29/10/2016).

Di bawah Gates, ada dua pengusaha mapan dan sukses yang mendekati angka kekayaannya, yakni Amancio Ortega dan Jezz Bezos.

Ortega adalah pemilik grup bisnis fashion yang memegang jaringan merek kawakan Zara. Sementara itu, Bezos adalah pendiri raksasa e-commerce Amazon.

Ortega masih ketinggalan 6,5 miliar dollar AS (Rp 84 triliun) dan Bezos harus mengumpulkan 14,2 miliar dollar AS (Rp 184 triliun) untuk menyamai kekayaan Gates.

Paling kaya dan paling dermawan

Satu hal yang perlu digarisbawahi, posisi orang terkaya tak diemban Gates dengan cara terus-menerus menggali harta karun dan menyimpannya untuk diri sendiri. Pada saat bersamaan, pria itu juga menjadi pengusaha paling dermawan di dunia.

Gates telah mendonasikan lebih dari 36 miliar dollar AS atau senilai Rp 467 triliun untuk Bill & Melinda Gates Foundation. Yayasan amal tersebut didirikan oleh Gates dan istrinya, Melinda.

Bersifat non-profit, Bill & Melinda Gates fokus pada tujuan menyejahterakan warga AS dan dunia. Pada 2014, yayasan itu mendonasikan 50 juta dollar AS (Rp 649 miliar) untuk melawan ebola di Afrika Barat.

Pada Juni lalu, 100.000 ayam ternak dikirim ke warga sub-sahara Afrika yang hidup dalam kemiskinan. Lantas awal bulan ini, sekitar 250 juta dollar AS (Rp 3,2 triliun) didonasikan untuk program kesehatan dunia yang diinisiasi University of Washington.

Angka donasi itu merupakan kontribusi terbesar sepanjang sejarah yang pernah diberikan seseorang kepada sebuah universitas.

Baca: Bill Gates Rela Digigiti Nyamuk di Yogyakarta

Menjadi inspirasi bagi Mark Zuckerberg

Tak heran jika Gates menjadi inspirasi dan idola bagi banyak orang, termasuk pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg. Jika diperhatikan, hal-hal yang hari ini dilakukan Zuckerberg seakan mengikuti jejak Gates.

Zuckerberg mampu membawa Facebook sebagai perusahaan jejaring sosial paling bernilai di muka bumi saat ini. Lihai dalam berbisnis, Zuckerberg pun tak lupa beramal seperti Gates.

Ia bersama istrinya, Priscilla Chan, juga memiliki yayasan amal bertajuk The Chan Zuckerberg Initiative. Yayasan itu fokus untuk mewujudkan generasi masa depan yang sehat tanpa penyakit.

“Gates adalah pahlawan saya dan ia adalah salah satu visioner paling spektakuler dalam sejarah industri teknologi,” kata Zuckerberg tentang Gates.

Zuckerberg pun tak lupa mengucapkan selamat ulang tahun terhadap idola sekaligus teman baiknya itu. 

Sebelumnya, pada 20 Oktober lalu, Gates sempat menyebut Zuckerberg sebagai teman baiknya. Dua pria yang rentang umurnya jauh itu tampak seperti bapak-anak dalam industri teknologi.

“Ini ironis, saya balik ke Harvard dan berpidato dan Mark Zuckerberg adalah salah satu audiensnya. Saya tak mengklaim pidato saya berdampak kepadanya. Saya dan dia adalah teman baik, tetapi hal ini lucu saja,” kata Gates kala itu.

Kini, di usia 61 tahun dan masih menjadi orang paling kaya sekaligus paling beramal, Gates masih setia pada dua hobinya: membaca buku dan menonton film. Hobi itu pun tergolong aneh ketika banyak miliarder lain yang menghabiskan duit untuk golf, mobil mewah, barang antik, dan hal-hal mahal lainnya.

Ketika ditanya soal perasaannya memasuki usia 61 tahun dengan segala pencapaian, Gates menjawab singkat, “bukan tipikal ulang tahun yang menarik”.

Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2016/10/29/11070017/ulang.tahun.ke-61.bill.gates.masih.terkaya.di.dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *