TNI AD Pastikan Heli Yang Jatuh Dalam Kondisi Baik Saat Lepas Landas

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Mohamad Sabrar Fadhilah meyakini jatuhnya helikopter TNI AD di Kabupaten Malinau, Kalimatan Utara bukan disebabkan faktor mesin.

Pasalnya, kata Fadhilah, helikopter jenis Bell 412EP dengan nomor registrasi penerbangan HA-5166 itu saat diterbangkan dalam kondisi baik.

“Saya meyakini apa yang sedang terbang itu dalam kondisi baik,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Dinas Penerangan AD, Jakarta, Minggu (27/11/2016).

Ia menuturkan, kelaikan helikopter produksi Amerika Serikat tahun 2013 tersebut telah diperiksa dengan ketat sebelum lepas landas.

“Ini pesawat baru dan saya katakan ini sudah laik terbang. Kondisi helinya sendiri dicek betul, bahkan kalau ada panel-panel itu kurang dari satu setrip saja, saya meyakini tidak akan terbang,” ucap Fadhilah.

Menurut di, ada kemungkinan jatuhnya pesawat itu disebabkan oleh faktor medan. Sebab, lanjut dia, medan penerbangan helikopter dari Bandara Juwata, Tarakan, menuju Long Bawan, Kecamatan Krayan, di Nunukan itu cukup ekstrem. Ini diperparah dengan kondisi cuaca yang kerap berubah.

“Mungkin juga cuaca dan kondisi hutan yang curam dan lebat sekali di sana,” tuturnya.

Kendati demikian, Sabrar belum bisa memastikan apa penyebab jatuhnya burung besi tersebut. Dia meminta awak media bersabar menunggu hasil laporan investigasi terkait jatuhnya helikopter itu.

“Saya belum berani mengatakan apa (penyebabnya). Tentu saja kita tunggu investigasi,” tuturnya.

Sebelumnya, Helikopter TNI jenis Bell 412EP dengan nomor registrasi penerbangan HA-5166 hilang dalam tugas pengiriman logistik dari Bandara Juwata, Tarakan, menuju Long Bawan, Kecamatan Krayan, di Nunukan pada Kamis (24/11/2016).

Helikopter tersebut selanjutnya ditemukan di hutan pegunungan sekitar lima kilometer dari Desa Long Sulit, Kecamatan Krayan, Kabupaten Malinau pada Minggu (27/11/2016) pukul 14.22 WITA.

Dalam peristiwa tersebut, satu korban dinyatakan selamat, yakni Lettu CPN Abdi Darnain. Saat ditemukan, kondisi Darnain mengalami luka-luka. Selain itu, Darnain mengalami trauma pasca-peristiwa jatuhnya helikopter tersebut.

Saat ini Darnain telah dievakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Ilyas Tarakan untuk diberi penanganan medis lebih lanjut.

Sementara, empat korban lainnya masih dalam proses pencarian. Tim SAR kesulitan melakukan pencarian di lapangan karena kondisi medan dan cuaca yang selalu berubah.

“Berdasarkan laporan Pangdam 6 Mulawarman, saat ini tim SAR, baik yang diturunkan melalui darat maupun udara masih dalam proses pencarian korban yang lainnya,” ucap Fadhilah.

Adapun, pencarian saat ini akan difokuskan di lokasi jatuhnya pesawat. Pemfokusan ini dilakukan berdasarkan informasi yang didapat dari instansi penerbangan terkait dan masyarakat Desa Long Sulit, Long Berang, dan sekitarnya.

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2016/11/27/23181841/tni.ad.pastikan.heli.yang.jatuh.dalam.kondisi.baik.saat.lepas.landas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *