Setelah Arcandra Dan Jonan Dipanggil…

Seorang pejabat pernah bertanya kepada Kompas, apakah memiliki nama dengan syarat tertentu, seperti profesionalitas, integritas, dan kepemimpinan, bisa dicalonkan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pengganti Arcandra Tahar?

Saat ditanya balik, apakah pemerintah tak punya calon seperti itu, sang pejabat mengatakan, pemerintah kesulitan mendapatkan calon yang dicari. Kalaupun ada, dianggap tidak meyakinkan. Padahal, semua yang dicari diharapkan membawa angin segar.

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang dikonfirmasi Kompas terkait tawaran pejabat tersebut hanya tertawa.

Ia hanya menyatakan, Arcandra sulit dikembalikan pada posisi semula karena masih adanya polemik. Bersama Presiden Joko Widodo, keduanya mencari sosok lain.

“Ada beberapa nama yang masih dipertimbangkan, tetapi saya tidak tahu perkembangannya,” ujar Kalla, Rabu (12/10).

Satu di antara beberapa calon yang pernah diusulkan kepada Presiden Jokowi adalah Gubernur Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) Widhyawan Prawiraatmaja, selain nama baru dan lama, yaitu mantan Menteri Perhubungan Ignasius Johan.

Namun, Presiden Jokowi disebut-sebut kurang cocok dengan nama-nama yang diusulkan itu.

Presiden Jokowi, saat menjawab pertanyaan pers di Istana Merdeka, Kamis malam, mengakui bahwa Arcandra termasuk calon yang dipertimbangkan.

Namun, saat didesak Kompas pada Jumat pagi di Istana Merdeka, Jokowi belum mau menyebut nama.

“Bisa hari ini, besok atau lusa,” ujarnya.

Namun, sejak Presiden memutuskan akan menurunkan harga gas industri pekan lalu di rapat terbatas, Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengundang Arcandra ke rumah dinasnya di Kompleks Widyachandra.

Beberapa hari sebelumnya, Arcandra juga pernah diundang Presiden ke Istana Merdeka.

“Hanya ngobrol saja, belum ditawari Wakil Menteri ESDM,” ujar pejabat di Istana.

Jonan sendiri sama sekali belum pernah dipanggil Presiden soal jabatan barunya.

“Yang panggil justru Pak Pratikno, Kamis malam, di rumah dinasnya. Di situ, Pak Jonan diberi tahu akan menggantikan Pak Arcandra,” tutur sumber itu lagi.

Praktino tak menjawab saat ditanya. Namun, setelah Presiden tiba dari Istana Bogor, Jumat pagi, Pratikno melaporkan hasil pertemuannya dengan Jonan semalam.

Setelah lapor, undangan pelantikan pun disebar. Jonan mengakui undangan pelantikan diterima saat di jalan, dua jam sebelum pelantikan. (SON/HAM/HAR/BDM)

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2016/10/16/23083791/setelah.arcandra.dan.jonan.dipanggil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *