Para Penikmat Pasar Mobil Di Indonesia


Jakarta, KompasOtomotif
– Meski masih terjerat oleh kelesuan penjualan, pasar mobil nasional pada tahun ini terselamatkan berkat model baru mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car/LCGC). Duo Toyota Calya dan Daihatsu Sigra menciptakan segmen baru, LCGC dengan muatan tujuh penumpang dan berhasil membuat rapor penjualan jadi biru.

Kesimpulan ini diperoleh lewat analisa data penjualan wholesale Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Januari-September 2016. Menurut data, total penjualan tahun berjalan (Jan-Sept 2016), adalah 783.450 unit. Hasil ini naik 2,5 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang cuma 764.681 unit.

Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Hisashi Ishimaki mengaku hasil tahun ini relatif stagnan dibandingkan 2015. “Target penjualan mobil tahun ini adalah 1,1 juta unit, tepatnya antara 1,05 juta sampai 1,1 juta unit,” kata Ishimaki di Jakarta, Jumat (14/10/2016).

Pasar mobil nasional memulai tahun ini dengan rapor merah. Kuartal pertama tahun ini penjualan masih minus 5,3 persen, tercatat 267.304 unit dibandingkan tahun sebelumnya, 282.344 unit. Sepanjang kuartal kedua, pasar mulai bergejolak berkat musim panen menjelang Hari Raya Idul Fitri pada 6 dan 7 Juli 2016. Sejumlah merek dipaksa menggenjot pasokan ke diler sebelum bulan ketujuh tahun ini, demi menggapai momentum musiman.

Kemudian, pasar kembali anjlok cukup dalam pada awal semester kedua, tepatnya Juli 2016. Alasan klasik minimnya jumlah hari kerja karena libur Lebaran jadi ucapan klise para agen tunggal pemegang merek kala itu.

Separuh pertama 2016, total penjualan mobil di Indonesia, mencapai 532.130 unit. Hasil ini menjadi positif memang dalam hal pengiriman dari pabrik ke diler (wholesale), jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, 525.491 unit, berarti naik 1,2 persen. Tetapi, nyatanya kemampuan pembelian konsumen tidak sebesar harapan seiring menggemuknya pasokan ke diler. Buktinya, perang diskon kembali bergulir.

Sebagai salah satu contoh, Toyota baru saja meluncurkan model terbarunya, Sienta, mulai April 2016. Kini, setelah lima bulan dipasarkan, tepatnya mulai September, diskon belasan juta rupiah disiapkan untuk merangsang minat pembelian. Boleh dibilang sangat jarang ada satu model baru yang berusia di bawah setahun dijual dengan potongan harga kalau situasinya tidak gawat.

TAM/ADM Duet maut Toyota dan Daihatsu, Calya-Sigra, meluncur 2 Agustus 2016.

Penikmat Pasar

Artinya, jika pasar mobil tetap positif tahun ini, hasil ini hanya dinikmati oleh beberapa merek tertentu, bukan yang lain. Terdapat tiga merek utama yang masih berhasil tersenyum tahun ini, seiring lesunya penjualan mobil baru, mereka adalah Toyota, Honda, dan Daihatsu.

Honda berhasil meraih pertumbuhan tertinggi tahun ini, karena strategi jitunya melepas model baru BR-V, akhir 2015 lalu. Seluruh pesanan konsumen sudah ditumpuk sejak pengujung tahun lalu dan pada 2016 tinggal panen. Model yang kami juluki sebagai kartu truf PT Honda Prospect Motor ini mampu menjawab tugasnya, menjadikan performa penjualan perusahaan jadi positif.

Sedangkan, Toyota dan Daihatsu, lewat kemampuan industrinya, berhasil melahirkan model LCGC kedua, Calya dan Sigra. Kedua model kembar ini langsung mendapat respons manis dari konsumen. Inden langsung menumpuk, sampai saat ini diklaim sudah dua bulan. Prestasi lain, Calya langsung dinobatkan sebagai model terlaris di Indonesia dalam penjualan bulanan, menggeser Avanza yang sudah bertahun-tahun berlabelkan status itu pada Agustus.

Datsun juga mendapat rapor biru selama tahun berjalan, tetapi kondisinya tidak akan berlangsung lama. Dua model andalan, Go dan Go+ Panca, langsung tak berkutik ketika duet Calya dan Sigra meluncur (Agustus-September) karena bersaing di segmen sama, LCGC tujuh penumpang.

Kesimpulan singkatnya, tahun ini Ford sudah resmi mundur dari bisnis otomotif di Indonesia. Mazda baru saja mengumumkan penutupan ranting usaha langsung prinsipal, PT Mazda Motor Indonesia (MMI) dan mengalihkannya ke perusahaan lokal, PT Eurokars Motor Indonesia, mulai Februari 2016. Tanpa mau terbebani aset di Indonesia, prinsipal Mazda Motors Corporation, Jepang seolah mengalihkan tanggung jawabnya ke perusahaan lokal.

Sekarang, jika Datsun drop, lantas apa yang harus dilakukan Nissan, mengingat nyaris 70 persen penjualannya di topang merek murah itu?

 

Tabel Penjualan Mobil Penumpang di Indonesia

 

Merek

Tahun

Jan-Sep

Pertumbuhan (%)

Toyota

2016

   275.071

                                  14

2015

   240.844

 

Honda

2016

   151.849

                                  29

2015

   117.849

 

Daihatsu

2016

   133.556

5

2015

   126.724

 

Mitsubishi

2016

      73.904

-15

2015

      87.392

 

Suzuki

2016

      67.771

-27

2015

      92.528

 

Datsun

2016

      24.522

17

2015

      20.968

 

Isuzu

2016

      11.706

-17

2015

      14.184

 

Nissan

2016

      11.015

-46

2015

      20.583

 

Mazda

2016

         4.564

-43

2015

         6.770

 

Merek Tahun  Jan-Sep Pertumbuhan (%)
Toyota 2016    275.071                                   14
2015    240.844
 
Honda 2016    151.849                                   29
2015    117.849
 
Daihatsu 2016    133.556 5
2015    126.724
 
Mitsubishi 2016       73.904 -15
2015       87.392
 
Suzuki 2016       67.771 -27
2015       92.528
 
Datsun 2016       24.522 17
2015       20.968
 
Isuzu 2016       11.706 -17
2015       14.184
 
Nissan 2016       11.015 -46
2015       20.583
 
Mazda 2016          4.564 -43
2015          6.770

Sumber:

http://otomotif.kompas.com/read/2016/10/17/072200115/para.penikmat.pasar.mobil.di.indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *