Panglima Sebut Oknum TNI Yang Pukul Petugas Bandara Tengah Diproses Denpom

JAKARTA, KOMPAS.com – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memastikan oknum TNI yang memukul petugas bandara Soekarno-Hatta tengah diproses hukum oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom).

Gatot menegaskan, setiap prajurit TNI harus patuh terhadap hukum dan menerima sanksi yang diproses internal TNI. Ia pun menyerahkan keputusannya pada proses hukum yang berjalan.

“Anggota yang melakukan pemukulan sekarang sudah di Denpom. Diproses hukum,” kata Gatot di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/10/2016).

Gatot menambahkan, oknum tersebut merupakan mantan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang mungkin lupa prosedur pemeriksaan di bandara.

“Mungkin kemarin, karena mantan Paspampres. Seolah-olah mungkin dia lupa. Sehingga dia masuk, disuruh copot sabuk dan sebagainya,” tutur Gatot.

Petugas Avsec Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, yakni Agus Salim, mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari oknum TNI.

Agus Salim dipukul oleh oknum TNI di SCP-2 Cabin Domestik Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (7/10/2016).

Peristiwa itu berawal saat adanya pemeriksaan oleh petugas Avsec, yaitu Eni Roheni terhadap seorang pejabat TNI AD bintang dua.

Eni meminta agar orang tersebut melepaskan ikat pinggang dan jam tangan. Namun, yang bersangkutan disebut menolak.

Kemudian petugas Avsec lainnya, yakni Agus Salim membantu Eni dalam melaksanakan tugasnya.

Tiba-tiba oknum yang diketahui sebagai petugas protokol itu mendekat dan melakukan tindak kekerasan terhadap korban.

Ia memukul Agus dan menantangnya untuk berkelahi. Pelaku yang melakukan pemukulan itu bergegas pergi setelah dilerai oleh POMAU BKO Pam Bandara Soekarno-Hatta.

Akibat insiden tersebut, Agus mengalami pemukulan di bagian perut sebanyak dua kali dan wajah satu kali.

(Baca: Manajemen Bandara Soekarno-Hatta Akan Selidiki Pemukulan Petugasnya oleh Oknum TNI)

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2016/10/10/13014111/panglima.sebut.oknum.tni.yang.pukul.petugas.bandara.tengah.diproses.denpom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *